Total Tayangan Halaman

Minggu, 11 Februari 2018

PENJELASAN SINGKAT TENTANG PROPOSISI

PENJELASAN SINGKAT TENTANG PROPOSISI










PENJELASAN SINGKAT TENTANG TEORI

PENJELASAN SINGKAT TENTANG TEORI 

























Politik . . . dan Ilmu Politik


Copyright : elosa
Bercerita tentang Politik . . . dan Ilmu Politik

Apa itu politik, dan iya apa benar politik itu kotor? Hal ini menjadikan penulis kembali teringat seperti apa yang beliau sampaikan, ya seperti Soe Hok Gie yang memiliki prinsip bahwa politik merupakan barang yang paling kotor. Tapi menurut penulis, hal itu terlalu sederhana untuk dipahami, dan tidak sedikit akan membuat gagasan seseorang dalam bermasyarakat bahwa politik itu kotor, dan politik harus dihindari. Kemudian ketika mengingat pada saat berdiskusi di kelas, kembali disampaikan tentang politik, Bapak Dosen pada saat itu sederhana menyampaikan bahwa keterkaitan politik yakni pembagian kekuasaan meliputi pada ranah eksekutif, legislative serta yudikatif. Ya kurang lebihnya seperti tentang apa itu politik. Dalam persoalan tersebut, ahirnya penulis ingin menyampaikan kembali, ya terutama pada dasar-dasar politik itu sendiri, hal ini mendasarkan pada mata kuliah pengantar ilmu politik. 

Memahami tentang politik memang sangat menarik, karena bagi penulis bahwa politik merupakan perilaku dasar pada kehidupan manusia. Selain itu politik menjadi sebuah proses pembentukan serta pembagian kekuasaan, dalam tataran bemasyarakat. Hal itu diwujudkan pada proses decision making atau pembuatan keputusan, ya khususnya dalam negara. Kemudian pada disiplin ilmunya, ilmu politik merupakan cabang dari ilmu sosial dan tentunya sangat berdampingan dengan cabang ilmu sosial lainnya, ya seperti antropologi, sosiologi, ekonomi dan lain sebagainya. Ilmu politik bagi penulis, sama halnya dengan sosial lainnya yang menjadikan manusia sebagai kelompok masyarakat, dalam hal ini memahami terkait kerjasama manusia dan berguna dalam mecapai sesutu.

Bagi penulis, hal yang menadasari pada ilmu politik ialah mempelajari gejala-gejala yang teratur, seperti pada kehidupan bermasyarakat dan memusatkan perhatiannya pada perjuangan manusia, untuk mencari serta mempertahankan kekuasaan untuk mencapai tujuan. Ya ketika apa saja yang mendasari hal tersebut, konsep politik sendiri terdiri atas negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijaksanaan serta pembagian tugas. kemudian kalo muncul seperti apa tujuannya? apa yang bisa dipahami dalam hal ini yakni tujuan dari ilmu politik untuk mengetahui serta membahas tentang pembagian wilayah, batas negara dan masalah yang berhubungan dengan kekuasaan negara. Berdasarkan pemaparan terkait politik maupun ilmu politik, dalam memahaminya bisa dimulai dalam lingkup mikro maupun sampai ke makro.


Terimakasih,
Salam

Penulis 


Jumat, 22 Desember 2017

ADA APA DENGAN PENGANGGURAN ?

ADA APA DENGAN PENGANGGURAN ?


Penulis sebenarnya dalam artikel kali ini lebih banyak bercerita dari hasil diskusi bersama teman-teman mahasiswa, pada saat silaturrahmi ditempat kerja salah satu senior organisasi daerah. Terbesit pertanyaan dari salah satu teman, yang meresahkan dari tahun ketahun semakin banyaknya orang menganggur, atau menjadi pengangguran. Hal ini ditandai dengan bertambahnya jumlah lulusan perguruan tinggi, yakni dari wisudawan setelah keluar dari bangku kuliah, yang seringkali tidak produktif atau tidak menghasilkan sesuatu, terutama dalam aspek ekonomi. Penulis dalam hal ini sedikit banyak mempermasalahkan, kenapa pengangguran sering kali diidentikan dengan aspek ekonomi. Kenapa seseorang yang tidak menghasilkan uang dalam aktifitasnya, dikatakan pengangguran? Kenapa ? dan hal ini seringkali menjadi bahan obrolan dan perbandingan antara lulusan perguruan tinggi dengan seseorang yang cukup menyelesaikan belajarnya ditingkat sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas.
Hal tersebut juga sering dialami penulis, bahwa buat apa sekolah tinggi-tinggi seperti dikampus mulai dari S1 sampai S3, tapi pendapatannya kalah dengan seseorang lulusan SMP atau SMA? Nah dalam hal ini, penulis sedikit banyak akan bercerita kembali, tentang kenapa hal tersebut perlunya untuk diceritakan. Dan pembahasan kali ini berdasarkan beberapa masukan dari teman-teman yang ingin sampaikan, yakni sebagai berikut:

1.    SERING PALAH PILIH KERJA
2.    KURANG MEMPERHATIKAN PELUANG KERJA
3.    RANDAHNYA SKILL
4.    POLA PIKIR YANG TIDAK KREATIF DAN INOVATIF
5.    KURANG BERGAUL
6.    MENGANDALKAN CPNS

SUMPAH MAHASISWA INDONESIA



Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan

Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan

Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan


Rabu, 06 Desember 2017

TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI (PENDIDIKAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT)





Gambar 2. Sistem Pendidikan Tinggi



Gambar 3. Optimalisasi Peran Pendidikan Tinggi



Gambar 4.  Optimalisasi Peran Pendidikan Tinggi



Gambar 5. Perguruan Tinggi yang Berdaya Saing



Gambar 6. Perguruan Tinggi sebagai Penghasil Tenaga Kerja



Gambar 7. Pengertian Pendidikan Tinggi



Gambar 8. Tri dharma Perguruan Tinggi dalam UU



Gambar 9. Definisi Tri dharma Perguruan Tinggi



Gambar 10. Status dan Peran Dosen



Gambar 11. Status dan Peran Mahasiswa



Gambar 12. Kurikulum Pendidikan Tinggi



Gambar 13. Prinsip Pembelajaran dalam SNPT



Gambar 14. Wewenang dan Tanggungjawab Dosen dalam Mengajar



Gambar 15. Wewenang dan Tanggungjawab Dosen dalam Membimbing







Sumber Bacaan:

Wibawa, S. (2017, Maret 29). Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat). Dipetik Desember 2017, 06, dari Ristek Dikti: http://itjen.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2017/02/TRIDHARMA-PT-ITJEN-1.pdf

Minggu, 26 November 2017

PENGGOLONGAN JENIS PENELITIAN



PENGGOLONGAN JENIS PENELITIAN
DALAM METODE PENELITIAN SOSIAL


Penggolongan jenis penelitian sangat beragam, hal ini berdasarkan sudut pandang masing-masing.  Salah satu penggolongan yang banyak digunakan adalah membedakan jenis penelitian ke dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Kemudian dari masing-masing jenis penelitian memiliki ciri-ciri yang berbeda.  Karena ciri-ciri kedua jenis penelitian ini berbeda, maka format proposal penelitiannya juga cenderung tidak sama.  

Secara garis besar, berikut disajikan format proposal kedua jenis penelitian tersebut.  Namun yang perlu diingat bahwa contoh format ini tidak baku,  setidak-tidaknya dapat dipakai sebagai acuan untuk penelitian yang lazim dilakukan di bidang ilmu sosial.


Tabel.  Format Proposal Penelitian Sosial
BAB
PENELITIAN  KUANTITATIF
(Mainstream, Positivistik)
PENELITIAN  KUALITATIF
(Non-mainstream, Non positivistik)

I







II




III







IV










--

PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang Penelitian
1.2.  Rumusan Masalah
1.3.  Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1.    Tujuan Penelitian
1.3.2.    Manfaat Penelitian
1.4.     Orisinalitas Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA
2.1.  Landasan Teori
2.2.  Kajian Empirik (Penelitian
       Terdahulu)

KERANGKA KONSEPTUAL
PENELITIAN
3.1.  Kerangka Pemikiran
3.2.  Hipotesis
3.3.  Definisi dan Pengukuran
Variabel
3.4.  Validitas dan Reliabilitas

METODE PENELITIAN
4,1, Pendekatan Penelitian
4.2.  Penentuan Lokasi Penelitian
4.3.  Teknik Pengambilan Sampel (Responden)
4.4.  Tehnik Pengumpulan Data
4.5.  Teknik Analisis Data




DAFTAR PUSTAKA


PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang Penelitian
1.2.  Rumusan Masalah
1.3.  Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1.    Tujuan Penelitian
1.3.2.    Manfaat Penelitian
1.4.    Orisinalitas Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA
2.1.  Kajian Teori (analisis kritik teori)
2.2.  Kajian Empirik (Penelitian
       Terdahulu)

KERANGKA KONSEPTUAL
PENELITIAN
3.1.  Alur Pemikiran

3.2.  Penjelasan dan Indikator
       Konsep Penelitian
3.3.  Keabsahan Data

METODE PENELITIAN
4.1.  Pendekatan Penelitian
4.2.  Fokus Penelitian
4.3.  Penentuan Lokasi dan Situs
       Penelitian
4.4.  Teknik Penentuan
       Informan
4.5.  Teknik Pengumpulan
       Data
4.6.  Teknik Analisis Data

DAFTAR PUSTAKA






Sumber Bacaan:
Materi ini didapatkan dalam perkuliahan Metode Penelitian Sosial, dengan Dosen Pengampu Bapak Prof. Dr. Ir. Sanggar Kanto, MS., terimakasih kepada beliau yang telah banyak membimbing Penulis selama belajar di Universitas Brawijaya Malang.

PENJELASAN SINGKAT TENTANG PROPOSISI

PENJELASAN SINGKAT TENTANG PROPOSISI