ahmadjaenudin724 - Berbagi Pengalaman Menulis
Selamat Datang di Blog Resmi ahmadjaenudin724 Anda bisa mendapatkan beberapa informasi berupa artikel.
Total Tayangan Halaman
Minggu, 11 Februari 2018
Politik . . . dan Ilmu Politik
![]() |
| Copyright : elosa |
Bercerita tentang Politik . . . dan Ilmu Politik
Apa itu politik, dan iya
apa benar politik itu kotor? Hal ini menjadikan penulis kembali teringat
seperti apa yang beliau sampaikan, ya seperti Soe Hok Gie yang memiliki
prinsip bahwa politik merupakan barang yang paling kotor. Tapi menurut
penulis, hal itu terlalu sederhana untuk dipahami, dan tidak sedikit akan
membuat gagasan seseorang dalam bermasyarakat bahwa politik itu kotor, dan
politik harus dihindari. Kemudian ketika mengingat pada saat berdiskusi di
kelas, kembali disampaikan tentang politik, Bapak Dosen pada saat itu sederhana
menyampaikan bahwa keterkaitan politik yakni pembagian kekuasaan meliputi
pada ranah eksekutif, legislative serta yudikatif. Ya kurang lebihnya seperti
tentang apa itu politik. Dalam persoalan tersebut, ahirnya penulis ingin
menyampaikan kembali, ya terutama pada dasar-dasar politik itu sendiri, hal ini
mendasarkan pada mata kuliah pengantar ilmu politik.
Memahami tentang politik
memang sangat menarik, karena bagi penulis bahwa politik merupakan
perilaku dasar pada kehidupan manusia. Selain itu politik menjadi
sebuah proses pembentukan serta pembagian kekuasaan, dalam tataran
bemasyarakat. Hal itu diwujudkan pada proses decision making atau
pembuatan keputusan, ya khususnya dalam negara. Kemudian pada disiplin ilmunya,
ilmu politik merupakan cabang dari ilmu sosial dan tentunya sangat berdampingan
dengan cabang ilmu sosial lainnya, ya seperti antropologi, sosiologi, ekonomi
dan lain sebagainya. Ilmu politik bagi penulis, sama halnya dengan sosial
lainnya yang menjadikan manusia sebagai kelompok masyarakat, dalam hal ini
memahami terkait kerjasama manusia dan berguna dalam mecapai sesutu.
Bagi penulis, hal yang
menadasari pada ilmu politik ialah mempelajari gejala-gejala yang teratur,
seperti pada kehidupan bermasyarakat dan memusatkan perhatiannya pada
perjuangan manusia, untuk mencari serta mempertahankan kekuasaan untuk mencapai
tujuan. Ya ketika apa saja yang mendasari hal tersebut, konsep politik sendiri
terdiri atas negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijaksanaan serta
pembagian tugas. kemudian kalo muncul seperti apa tujuannya? apa yang bisa
dipahami dalam hal ini yakni tujuan dari ilmu politik untuk mengetahui
serta membahas tentang pembagian wilayah, batas negara dan masalah yang
berhubungan dengan kekuasaan negara. Berdasarkan pemaparan terkait politik
maupun ilmu politik, dalam memahaminya bisa dimulai dalam lingkup mikro maupun
sampai ke makro.
Terimakasih,
Salam
Penulis
Jumat, 22 Desember 2017
ADA APA DENGAN PENGANGGURAN ?
ADA APA DENGAN PENGANGGURAN ?
Penulis sebenarnya dalam artikel kali ini lebih
banyak bercerita dari hasil diskusi bersama teman-teman mahasiswa, pada saat
silaturrahmi ditempat kerja salah satu senior organisasi daerah. Terbesit pertanyaan
dari salah satu teman, yang meresahkan dari tahun ketahun semakin banyaknya
orang menganggur, atau menjadi pengangguran. Hal ini ditandai dengan
bertambahnya jumlah lulusan perguruan tinggi, yakni dari wisudawan setelah
keluar dari bangku kuliah, yang seringkali tidak produktif atau tidak menghasilkan
sesuatu, terutama dalam aspek ekonomi. Penulis dalam hal ini sedikit banyak
mempermasalahkan, kenapa pengangguran sering kali diidentikan dengan aspek
ekonomi. Kenapa seseorang yang tidak menghasilkan uang dalam aktifitasnya,
dikatakan pengangguran? Kenapa ? dan hal ini seringkali menjadi bahan obrolan
dan perbandingan antara lulusan perguruan tinggi dengan seseorang yang cukup
menyelesaikan belajarnya ditingkat sekolah menengah pertama atau sekolah
menengah atas.
Hal tersebut juga sering dialami penulis, bahwa buat
apa sekolah tinggi-tinggi seperti dikampus mulai dari S1 sampai S3, tapi
pendapatannya kalah dengan seseorang lulusan SMP atau SMA? Nah dalam hal ini,
penulis sedikit banyak akan bercerita kembali, tentang kenapa hal tersebut
perlunya untuk diceritakan. Dan pembahasan kali ini berdasarkan beberapa
masukan dari teman-teman yang ingin sampaikan, yakni sebagai berikut:
1.
SERING PALAH PILIH KERJA
2.
KURANG MEMPERHATIKAN PELUANG KERJA
3.
RANDAHNYA SKILL
4.
POLA PIKIR YANG TIDAK KREATIF DAN
INOVATIF
5.
KURANG BERGAUL
6.
MENGANDALKAN CPNS
SUMPAH MAHASISWA INDONESIA
Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Bertanah air satu, tanah air tanpa
penindasan
Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Berbangsa satu, bangsa yang gandrung
akan keadilan
Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Berbahasa satu, bahasa tanpa
kebohongan
Rabu, 06 Desember 2017
TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI (PENDIDIKAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT)
Gambar 2. Sistem Pendidikan
Tinggi
Gambar 3. Optimalisasi Peran
Pendidikan Tinggi
Gambar 4. Optimalisasi Peran Pendidikan Tinggi
Gambar 5. Perguruan Tinggi yang
Berdaya Saing
Gambar 6. Perguruan Tinggi sebagai
Penghasil Tenaga Kerja
Gambar 7. Pengertian
Pendidikan Tinggi
Gambar 8. Tri dharma Perguruan
Tinggi dalam UU
Gambar 9. Definisi Tri dharma
Perguruan Tinggi
Gambar 10. Status dan Peran
Dosen
Gambar 11. Status dan Peran
Mahasiswa
Gambar 12. Kurikulum Pendidikan
Tinggi
Gambar 13. Prinsip
Pembelajaran dalam SNPT
Gambar 14. Wewenang dan Tanggungjawab
Dosen dalam Mengajar
Gambar 15. Wewenang dan Tanggungjawab
Dosen dalam Membimbing
Sumber
Bacaan:
Wibawa, S. (2017, Maret 29). Tridharma Perguruan
Tinggi (Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat). Dipetik Desember
2017, 06, dari Ristek Dikti:
http://itjen.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2017/02/TRIDHARMA-PT-ITJEN-1.pdf
Minggu, 26 November 2017
PENGGOLONGAN JENIS PENELITIAN
PENGGOLONGAN
JENIS PENELITIAN
DALAM
METODE PENELITIAN SOSIAL
Penggolongan jenis
penelitian sangat beragam, hal ini
berdasarkan sudut pandang
masing-masing. Salah satu penggolongan
yang banyak digunakan adalah membedakan jenis penelitian ke dalam penelitian
kuantitatif dan kualitatif. Kemudian dari masing-masing jenis penelitian memiliki ciri-ciri yang berbeda. Karena ciri-ciri kedua jenis penelitian ini
berbeda, maka format proposal penelitiannya juga cenderung tidak sama.
Secara garis besar, berikut
disajikan format proposal kedua jenis penelitian tersebut. Namun yang perlu diingat bahwa contoh format
ini tidak baku, setidak-tidaknya dapat
dipakai sebagai acuan untuk penelitian yang lazim dilakukan di bidang ilmu
sosial.
Tabel. Format Proposal Penelitian Sosial
BAB
|
PENELITIAN
KUANTITATIF
(Mainstream, Positivistik)
|
PENELITIAN KUALITATIF
(Non-mainstream, Non positivistik)
|
I
II
III
IV
--
|
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang Penelitian
1.2. Rumusan
Masalah
1.3. Tujuan
dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan
Penelitian
1.3.2. Manfaat
Penelitian
1.4.
Orisinalitas Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan
Teori
2.2. Kajian
Empirik (Penelitian
Terdahulu)
KERANGKA KONSEPTUAL
PENELITIAN
3.1. Kerangka
Pemikiran
3.2. Hipotesis
3.3. Definisi
dan Pengukuran
Variabel
3.4.
Validitas dan Reliabilitas
METODE PENELITIAN
4,1, Pendekatan
Penelitian
4.2.
Penentuan Lokasi Penelitian
4.3.
Teknik Pengambilan Sampel (Responden)
4.4.
Tehnik Pengumpulan Data
4.5.
Teknik Analisis Data
DAFTAR PUSTAKA
|
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang Penelitian
1.2. Rumusan
Masalah
1.3. Tujuan
dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan
Penelitian
1.3.2. Manfaat
Penelitian
1.4.
Orisinalitas
Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Kajian Teori (analisis kritik teori)
2.2.
Kajian Empirik (Penelitian
Terdahulu)
KERANGKA KONSEPTUAL
PENELITIAN
3.1. Alur
Pemikiran
3.2. Penjelasan
dan Indikator
Konsep Penelitian
3.3. Keabsahan Data
METODE PENELITIAN
4.1. Pendekatan
Penelitian
4.2. Fokus
Penelitian
4.3. Penentuan
Lokasi dan Situs
Penelitian
4.4. Teknik
Penentuan
Informan
4.5. Teknik
Pengumpulan
Data
4.6. Teknik
Analisis Data
DAFTAR PUSTAKA
|
Sumber
Bacaan:
Materi ini didapatkan
dalam perkuliahan Metode Penelitian Sosial, dengan Dosen Pengampu Bapak Prof.
Dr. Ir. Sanggar Kanto, MS., terimakasih kepada beliau yang telah banyak
membimbing Penulis selama belajar di Universitas Brawijaya Malang.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Wacana Journal, Electronic journals published Graduate Program, Brawijaya University. Women’s Participation in Rural Development ...
-
Oleh : Ahmad Jaenudin Memahami kejadian pada hari itu, ya sedikit memang banyak pertentangan dan mungkin lebih sering karena salah p...
-
PERBEDAAN ANTARA ILMU SOSIAL DAN ILMU EKSAK Oleh Ahmad Jaenudin Filsafat Sebagai Sarana Meningkatkan Taraf Hidup Manusia Da...















