Total Tayangan Halaman

Minggu, 10 September 2017

ILMU SOSIAL Versus ILMU EKSAK

PERBEDAAN ANTARA ILMU SOSIAL DAN ILMU EKSAK

Oleh
Ahmad Jaenudin



Filsafat Sebagai Sarana Meningkatkan Taraf Hidup Manusia
Dalam bukunya (Soegiono & Tamsil , 2012, hal. 19) dengan menemukan suatu yang hakiki, kebenaran yang paling benar, pemikir itu yakin bahwa semua orang akan mengakui kebenaran itu sebagai satu-satunya kebenaran, dan kalau semua orang mau menggunakan kebenaran yang satu itu sebagai pegangan atau landasan hidupnya, maka dunia akan damai, tidak ada pertentangan pendapat dengan segala akibatnya. Tentu saja dengan syarat bahwa untuk setiap hal dapat dikembalikan pada kebenaran yang satu itu dan semua yang dilakukan. Kalau kondisi damai itu bisa terwujud maka semuanya akan berjalan lancar dan muaranya adalah kehidupan yang damai.


Kaitan Antara Filsafat Dan Ilmu-Ilmu Di Luar Ilmu Filsafat
Menurut (Soegiono & Tamsil , 2012, hal. 21) untuk membedakan keterkaitan antara filasafat dan ilmu-ilmu di luar ilmu filsafat, dapat dibedakan sebagai berikut:
a)     Filsafat sebagai ilmu, filsafat merupakan induk dari semua ilmu, ilmu-ilmu yang berkembang sesudahnya memiliki kekhususan dibandingkan dengan induknya. Perbedaannya terdapat pada objek material dan objek formalnya, dalam hal metodologi pembahasannya, kebenaran yang dicari, serta dalam hal penerapannya.
b)     Sejarah keilmuan, dalam sejarah keilmuan sesudah filsafat yang berkembang adalah ilmu-ilmu kealaman (natural sciences) seperti fisika, biologi, matematika, tata surya, dan sebagainya. Setelah itu disusul ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, antropologi, ekonomi, psikologi, dan sebagainya.

Dari kedua kelompok ilmu tersebut, menurut (Soegiono & Tamsil , 2012, hal. 21) selanjutnya berkembang cabang-cabang ilmu sampai sekarang ini. Tiap ilmu menelaah pengetahuan khusus sesuai dengan spesialisasi yang diminati. Inilah yang menjadi perbedaan pertama antara filsafat dan ilmu-ilmu lain yang ada sekarang ini, yaitu kalau filsafat membahas keseluruhan yang ada di alam semesta ini, sedangkan ilmu-ilmu yang lain hanya membahas hal yang khusus.


Perbedaan Dan Persamaan Antara Ilmu Filsafat Dan Ilmu-Ilmu Lain
Berdasarkan yang dipahami penulis dalam bukunya (Soegiono & Tamsil , 2012, hal. 22-24), terdapat beberapa perbedaan maupun persamaan dalam membedakan ilmu  filsafat dan ilmu-ilmu lainnya, yakni sebagai berikut:
1.      Kedalaman pembahasan
Kalau ilmu-ilmu yang lain dalam membahas objeknya hanya sampai pada gejala yang tampak, pembahasan filsafat sampai halnya mendasar. Pendalaman ilmu pengetahuan mungkin lebih tepat disebut esensi atau substansi sedangkan pendalaman filsafat sampai pada apa yang disebut hakikat.

2.      Sifat kebenaran
Kalau kebenaran ilmu di luar filsafat bersifat objektif, artinya kalau seorang ilmuan yang satu mengatakan benar maka ilmuan lain yang sama bidangnya akan mengatakan benar juga. Sedangkan kalau kebanaran filsafat lebih banyak bersifat subjektif, bergantung dari sudut pandang dari orang yang bersilsafat itu.

3.      Cara memperoleh kebenaran
Secara umum, semua ilmu menggunakan metode ilmiah dalam mendapatkan kebenaran. Metode ilmiah pada prinsipnya menggunakan pendekatan teoritik dan empirik. Hasil berpikir harus sesuai dengan apa yang ada dikenyataan indra. Sedangkan kebenaran filsafat hanya didasarkan pada kebenaran rasio.

4.      Daya jangkau
Filsafat dapat lebih jauh dalam menjangkau objek yang dibahas. Ilmu-ilmu di luar filsafat hanya dapat membahas hal-hal yang terbatas sampai dapat ditangkap oleh indra manusia karena tidak mempunyai metode untuk menerobos dunia di luar indra.

5.      Tugas
Dalam menelaah suatu objek, filsafatlah yang terlebih dulu mengadakan penjelajahan terhadap alam semesta ini. Setelah sasaran tertangkap oleh filsafat barulah ilmu lain yang memasuki wilayah sasaran tersebut dan mengadakan penelitian dan penelaah terhadap sasaran selanjutnya.

6.      Pemanfaatan
Bagi filsafat sebelum temuan tersebut dimanfaatkan perlu ada pertimbangan di luar temuan substansi itu. Bagi ilmu kimia, bahan peledak merupakan keyataan yang terjadi akibat akibat proses kimia yang dapat direkayasa.

7.      Keterkaitan filsafat dengan keberadaan ilmu-ilmu lain
Selain perbedaan, dalam hubungannya bisa dilihat dari keterkaitannya. Filsafat bagi ilmu pengetahuan dijadikan sebagai acuan,  dan filsafat mempunyai hak  untuk mengontrol ilmu pengetahuan.

Berdasarkan pemaparan perbedaan dan persamaan tersebut di atas, memahami kembali dalam bukunya (Soegiono & Tamsil , 2012, hal. 25), keberadaan ilmu-ilmu apapun harus dapat menjawab tiga pertanyaan pokok kefilsafatan, yaitu apa ontologinya, apa epistemologinya, dan apa aksiologinya. Kalau tidak dapat ditunjukkan keberadaan kriteria tersebut, suatu bangunan pengetahuan tidak dapat disebut ilmu. Filsafat juga mengontrol ilmu pengetahuan, terutama dalam pemanfaatan temuan ilmu.


Daftar Pustaka

Soegiono, & Tamsil , M. (2012). Filsafat Pendidikan: Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENJELASAN SINGKAT TENTANG PROPOSISI

PENJELASAN SINGKAT TENTANG PROPOSISI