PERBEDAAN ANTARA ILMU SOSIAL DAN ILMU
EKSAK
Oleh
Ahmad Jaenudin
Filsafat Sebagai
Sarana Meningkatkan Taraf Hidup Manusia
Dalam bukunya (Soegiono &
Tamsil , 2012, hal. 19) dengan
menemukan suatu yang hakiki, kebenaran yang paling benar, pemikir itu yakin
bahwa semua orang akan mengakui kebenaran itu sebagai satu-satunya kebenaran,
dan kalau semua orang mau menggunakan kebenaran yang satu itu sebagai pegangan
atau landasan hidupnya, maka dunia akan damai, tidak ada pertentangan pendapat
dengan segala akibatnya. Tentu saja dengan syarat bahwa untuk setiap hal dapat
dikembalikan pada kebenaran yang satu itu dan semua yang dilakukan. Kalau
kondisi damai itu bisa terwujud maka semuanya akan berjalan lancar dan muaranya
adalah kehidupan yang damai.
Kaitan Antara
Filsafat Dan Ilmu-Ilmu Di Luar Ilmu Filsafat
Menurut (Soegiono &
Tamsil , 2012, hal. 21) untuk
membedakan keterkaitan antara filasafat dan ilmu-ilmu di luar ilmu filsafat,
dapat dibedakan sebagai berikut:
a) Filsafat
sebagai ilmu, filsafat merupakan induk dari semua ilmu, ilmu-ilmu yang
berkembang sesudahnya memiliki kekhususan dibandingkan dengan induknya.
Perbedaannya terdapat pada objek material dan objek formalnya, dalam hal
metodologi pembahasannya, kebenaran yang dicari, serta dalam hal penerapannya.
b) Sejarah
keilmuan, dalam sejarah keilmuan sesudah filsafat yang berkembang adalah
ilmu-ilmu kealaman (natural sciences) seperti fisika, biologi, matematika, tata
surya, dan sebagainya. Setelah itu disusul ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi,
antropologi, ekonomi, psikologi, dan sebagainya.
Dari kedua kelompok ilmu tersebut, menurut (Soegiono &
Tamsil , 2012, hal. 21)
selanjutnya berkembang cabang-cabang ilmu sampai sekarang ini. Tiap ilmu
menelaah pengetahuan khusus sesuai dengan spesialisasi yang diminati. Inilah
yang menjadi perbedaan pertama antara filsafat dan ilmu-ilmu lain yang ada
sekarang ini, yaitu kalau filsafat membahas keseluruhan yang ada di alam
semesta ini, sedangkan ilmu-ilmu yang lain hanya membahas hal yang khusus.
Perbedaan Dan
Persamaan Antara Ilmu Filsafat Dan Ilmu-Ilmu Lain
Berdasarkan yang dipahami penulis dalam bukunya (Soegiono &
Tamsil , 2012, hal. 22-24), terdapat
beberapa perbedaan maupun persamaan dalam membedakan ilmu filsafat dan ilmu-ilmu lainnya, yakni sebagai
berikut:
1. Kedalaman
pembahasan
Kalau
ilmu-ilmu yang lain dalam membahas objeknya hanya sampai pada gejala yang
tampak, pembahasan filsafat sampai halnya mendasar. Pendalaman ilmu pengetahuan
mungkin lebih tepat disebut esensi atau substansi sedangkan pendalaman filsafat
sampai pada apa yang disebut hakikat.
2. Sifat
kebenaran
Kalau
kebenaran ilmu di luar filsafat bersifat objektif, artinya kalau seorang ilmuan
yang satu mengatakan benar maka ilmuan lain yang sama bidangnya akan mengatakan
benar juga. Sedangkan kalau kebanaran filsafat lebih banyak bersifat subjektif,
bergantung dari sudut pandang dari orang yang bersilsafat itu.
3. Cara
memperoleh kebenaran
Secara
umum, semua ilmu menggunakan metode ilmiah dalam mendapatkan kebenaran. Metode
ilmiah pada prinsipnya menggunakan pendekatan teoritik dan empirik. Hasil
berpikir harus sesuai dengan apa yang ada dikenyataan indra. Sedangkan
kebenaran filsafat hanya didasarkan pada kebenaran rasio.
4. Daya
jangkau
Filsafat
dapat lebih jauh dalam menjangkau objek yang dibahas. Ilmu-ilmu di luar
filsafat hanya dapat membahas hal-hal yang terbatas sampai dapat ditangkap oleh
indra manusia karena tidak mempunyai metode untuk menerobos dunia di luar
indra.
5. Tugas
Dalam
menelaah suatu objek, filsafatlah yang terlebih dulu mengadakan penjelajahan
terhadap alam semesta ini. Setelah sasaran tertangkap oleh filsafat barulah
ilmu lain yang memasuki wilayah sasaran tersebut dan mengadakan penelitian dan
penelaah terhadap sasaran selanjutnya.
6. Pemanfaatan
Bagi
filsafat sebelum temuan tersebut dimanfaatkan perlu ada pertimbangan di luar
temuan substansi itu. Bagi ilmu kimia, bahan peledak merupakan keyataan yang
terjadi akibat akibat proses kimia yang dapat direkayasa.
7. Keterkaitan
filsafat dengan keberadaan ilmu-ilmu lain
Selain
perbedaan, dalam hubungannya bisa dilihat dari keterkaitannya. Filsafat bagi
ilmu pengetahuan dijadikan sebagai acuan,
dan filsafat mempunyai hak untuk
mengontrol ilmu pengetahuan.
Berdasarkan pemaparan perbedaan dan persamaan
tersebut di atas, memahami kembali dalam bukunya (Soegiono &
Tamsil , 2012, hal. 25),
keberadaan ilmu-ilmu apapun harus dapat menjawab tiga pertanyaan pokok
kefilsafatan, yaitu apa ontologinya, apa epistemologinya, dan apa aksiologinya.
Kalau tidak dapat ditunjukkan keberadaan kriteria tersebut, suatu bangunan
pengetahuan tidak dapat disebut ilmu. Filsafat juga mengontrol ilmu
pengetahuan, terutama dalam pemanfaatan temuan ilmu.
Daftar
Pustaka
Soegiono, & Tamsil , M. (2012). Filsafat Pendidikan:
Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.