PENJELASAN SINGKAT ISI PROPOSAL PENELITIAN
DALAM METODE
PENELITIAN SOSIAL
1.
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang Masalah
Pada
latar belakang yang berisikan
suatu alasan atau rasionalitas mengapa suatu fenomena yang akan diteliti
tersebut penting untuk diteliti. Dimulai
dengan deskripsi secara umum (makro) kemudian diarahkan untuk memaparkan adanya
suatu permasalahan tentang fenomena yang akan diteliti. Permasalahan ini ditunjukkan dengan adanya
kesenjangan antara harapan (das Sollen)
dengan kenyataan (das Sein) atau
perlunya pemahaman tentang fenomena tersebut.
Dari permasalahan yang ada akan dicoba untuk dipahami atau dicarikan
alternatif solusinya.
1.2.
Perumusan
Masalah
Dirumuskan
secara detail tentang masalah yang akan diteliti. Perumusan masalah ini
merupakan Pertanyaan Penelitian (Research
questions), oleh karena itu umumnya dinyatakan dalam kalimat tanya.
1.3.
Tujuan
dan Manfaat Penelitian
1.3.1.
Tujuan
Penelitian
Harus
konsisten dengan rumusan masalah dan dimaksudkan untuk menjawab rumusan masalah
yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian
ini lazimnya dipaparkan dalam bentuk kalimat deklaratif.
1.3.2.
Manfaat
Penelitian
Pada
prinsipnya manfaat penelitian meliputi dua hal :
1)
Manfaat
akademis : untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan informasi bagi penelitian
lebih lanjut.
2)
Manfaat
praktis untuk kebijakan. Biasanya berupa
masukan (input) bagi pembuat kebijakan atau kepada masyarakat. Masukan harus konkrit dan usernya harus jelas
dan spesifik.
1.4.
Orisinalitas
Penelitian
Pada point ini penulis
atau peneliti menentukan,
posisi rencana penelitian kita dibandingkan penelitian sejenis yang sdh ada,
missal : perbedaan teori, metode penelitian, dll.
2.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Landasan
Teori atau Kajian Teori
Untuk kuantitatif, dipaparkan teori-teori yang
dipakai sebagai landasan atau acuan penelitian.
Sedangkan pada penelitian kualitatif, dilakukan kajian kritis terhadap
teori-teori yang dianggap terkait dengan penelitian. Dalam hal ini, teori cenderung sebagai
orientasi penelitian.
2.2.
Kajian
Empirik (Penelitian Terdahulu)
Dipaparkan
hasil-hasil penelitian sejenis yang sudah pernah dilakukan. Penelitian terdahulu ini tidak harus persis
dengan topik penelitian yang diteliti, setidaknya mirip atau ada kesamaan
tentang variabel-variabel atau konsep-konsep yang akan diteliti.
2.3.
Kerangka
Konseptual Penelitian
2.3.1.
Kerangka
Pemikiran atau Alur Pemikiran
Merupakan
review dari tinjauan pustaka dan kajian empirik untuk menggambarkan hubungan
antar berbagai variabel (untuk peneltian kuantitatif) atau konsep (untuk penelitian kualitatif) yang
akan diteliti. Dipaparkan dalam bentuk
deskriptif dan gambar atau bagan. Kerangka atau alur pikir.............mampu
menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian.
2.3.2.
Hipotesis
Dirumuskan
berdasarkan kerangka pemikiran.
Hipotesis ini merupakan kesimpulan
sementara (tentative conclusion) yang akan diuji berdasar-kan data
empirik dari lapang. Untuk penelitian
kualitatif tidak diperlukan hipotesis.
2.3.3.
Definisi
dan Pengukuran Variabel (penelitian kuantitatif), Penjelasan dan Indikator
Konsep (penelitian kualitatif).
Variabel-variabel
yang akan diteliti perlu didefinisikan dan dilakukan pengukuran secara jelas. Konsep-konsep perlu dijelaskan disertai
indikatornya.
2.3.4.
Validitas
dan Reliabilitas (lihat buku : Metode Penelitian Survai
oleh Masri Singarimbun dan Sofyan
Effendi dan bukunya Sugiyono).
Validitas
dan reliabilitas ini digunakan untuk mengukur instrumen yang digunakan dalam
penelitian kuantitatif , yaitu kuesioner.
Untuk itu perlu dilakukan terlebih dahulu uji coba (try out) kuesioner di lapang dengan menggunakan sampel kecil.
Untuk
penelitian kualitatif, dideskripsikan persyaratan keabsahan data, yang mencakup
: kredibilitas, konfirmabilitas, dependabilitas dan transferabilitas (lihat
buku : Metode Penelitian Kualitatif oleh Moleong, dan
bukunya Sugiyono).
3.
METODE PENELITIAN
3.1.
Pendekatan
Penelitian
Pendekatan
atau jenis penelitian meliputi penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif/deskriptif.
Bisa dikembangkan berdasarkan tujuan penelitiannya, misalnya kuantitatif
eksplanatif, kualitatif eksploratif atau kualitatif deskriptif. Disarankan
untuk memilih salah satu dari jenis penelitian tersebut. Bagi peneliti yang sudah berpengalaman dan
untuk tujuan tertentu, seringkali dilakukan kombinasi atau gabungan antara
kedua jenis penelitian tersebut (mixing method). Dalam pendekatan kuantitatif umumnya
menggunakan metode survey, sedangkan untuk
pendekatan kualitatif banyak menggunakan metode studi
kasus, fenomenologi, etnometodologi, etnografi, dll.
3.2.
Fokus
Penelitian
Fokus
penelitian lazimnya
dipakai
pada
penelitian kualitatif. Sedangkan penjabarannya mulai
dari rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dengan fokus penelitian
akan memudahkan peneliti untuk merencanakan data atau informasi apa yang akan
dikumpulkan.
3.3.
Penentuan
Lokasi Penelitian
Peneliti
harus memahami kondisi lokasi yang akan diteliti, apakah sesuai untuk dijadikan lokasi
penelitian. Pemilihan lokasi penelitian
ini perlu disertai dengan alasan mengapa dipilih lokasi tersebut bukan di tempat
atau lokasi yang lain. Dalam penelitian
kualitatif akan lebih lengkap bilamana ditambahkan situs penelitian yang
merupakan sasaran atau obyek yang akan diteliti.
3.4.
Teknik
Pengambilan Sampel (Sampling method)
Pada
penelitian kuantitatif, metode pengambilan sampel sangat penting dan harus
dipilih metode yang paling tepat. Hal
ini disebabkan karena kesimpulan yang didasarkan atas data dari sampel harus
mewakili (representative) terhadap
populasi. Untuk melakukan sampling,
pertama-tama yang harus dilakukan adalah menyusun kerangka sampling (sampling frame). Oleh karena itu, metode sampling dalam
penelitian kuantitatif tergolong dalam probability
sampling. Sedangkan
dalam penelitian kualitatif, umumnya menggunakan non-probability sampling.
Kesimpulan bukan dimaksudkan untuk mewakili populasi akan tetapi lebih
kepada representasi terhadap fenomena yang diteliti.
3.5.
Teknik
Pengumpulan Data
Dikenal
banyak macam metode pengumpulan data, antara lain :
1)
Wawancara
(interview): digunakan untuk memperoleh data primer dari sampel
atau responden / informan. Instrumen
wawancara yang dipakai dalam penelitian kuantitatif berupa Daftar Pertanyaan (Questionnairre =
Kuesioner). Kuesioner bisa
bersifat terstruktur atau semi terstruktur.
Dalam penelitian kualitatif, dilakukan wawancara mendalam (indepth interview)
yang sifatnya bebas atau tidak terstruktur.
Oleh karena itu, umumnya instrumennya berupa panduan wawancara atau
catatan harian ( field
notes ).
2)
Observasi
atau pengamatan. Peneliti melakukan
pengamatan tentang fenomena alam atau fenomena sosial yang ada kaitannya dengan
fokus penelitian. Pengamatan ini penting
untuk melengkapi dan cross-check terhadap data yang diperoleh dari
wawancara. Observasi bisa dilengkapi dengan pengambilan foto-foto yang relevan.
3)
Dokumentasi
: digunakan untuk memperoleh data sekunder misalnya yang bersumber dari
dokumen-dokumen dari berbagai instansi terkait yang ada hubungannya dengan
penelitian.
3.6.
Teknik Analisis
Data
Pada
prinsipnya dapat dibedakan dua macam analisis, yaitu :
1)
Analisis
Inferensial : berupa analisis statistik (baik statistik parametrik maupun
non-parametrik) untuk mengambil kesimpulan kaitan antara variabel-variabel yang
diteliti. Kaitan antar variabel bisa
bersifat : fungsional (pengaruh variabel terhadap variabel lainnya), hubungan
(korelasi) atau perbedaan.
2)
Analisis
Deskriptif : berupa uraian atau narasi tentang fenomena yang diteliti. Seringkali
untuk memudahkan penarikan kesimpulan, menggunakan statistik deskriptif dalam
bentuk tabel-tabel (cross table = tabel
silang).
Analisis
inferensial umumnya dilakukan untuk penelitian kuantitatif, karena bermaksud
untuk menganalisis hubungan antara variabel.
Analisis deskriptif cocok dilakukan untuk penelitian deskriptif atau kualitatif
karena ingin menggambarkan/memahami fenomena yang diteliti secara
mendalam. Analisisnya, misalnya dapat
menggunakan Model Interaktif sebagai berikut :
Sumber
Bacaan:
Materi ini didapatkan
dalam perkuliahan Metode Penelitian Sosial, dengan Dosen Pengampu Bapak Prof.
Dr. Ir. Sanggar Kanto, MS., terimakasih kepada beliau yang telah banyak
membimbing Penulis selama belajar di Universitas Brawijaya, Malang.