Total Tayangan Halaman

Jumat, 22 Desember 2017

ADA APA DENGAN PENGANGGURAN ?

ADA APA DENGAN PENGANGGURAN ?


Penulis sebenarnya dalam artikel kali ini lebih banyak bercerita dari hasil diskusi bersama teman-teman mahasiswa, pada saat silaturrahmi ditempat kerja salah satu senior organisasi daerah. Terbesit pertanyaan dari salah satu teman, yang meresahkan dari tahun ketahun semakin banyaknya orang menganggur, atau menjadi pengangguran. Hal ini ditandai dengan bertambahnya jumlah lulusan perguruan tinggi, yakni dari wisudawan setelah keluar dari bangku kuliah, yang seringkali tidak produktif atau tidak menghasilkan sesuatu, terutama dalam aspek ekonomi. Penulis dalam hal ini sedikit banyak mempermasalahkan, kenapa pengangguran sering kali diidentikan dengan aspek ekonomi. Kenapa seseorang yang tidak menghasilkan uang dalam aktifitasnya, dikatakan pengangguran? Kenapa ? dan hal ini seringkali menjadi bahan obrolan dan perbandingan antara lulusan perguruan tinggi dengan seseorang yang cukup menyelesaikan belajarnya ditingkat sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas.
Hal tersebut juga sering dialami penulis, bahwa buat apa sekolah tinggi-tinggi seperti dikampus mulai dari S1 sampai S3, tapi pendapatannya kalah dengan seseorang lulusan SMP atau SMA? Nah dalam hal ini, penulis sedikit banyak akan bercerita kembali, tentang kenapa hal tersebut perlunya untuk diceritakan. Dan pembahasan kali ini berdasarkan beberapa masukan dari teman-teman yang ingin sampaikan, yakni sebagai berikut:

1.    SERING PALAH PILIH KERJA
2.    KURANG MEMPERHATIKAN PELUANG KERJA
3.    RANDAHNYA SKILL
4.    POLA PIKIR YANG TIDAK KREATIF DAN INOVATIF
5.    KURANG BERGAUL
6.    MENGANDALKAN CPNS

SUMPAH MAHASISWA INDONESIA



Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan

Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan

Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan


Rabu, 06 Desember 2017

TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI (PENDIDIKAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT)





Gambar 2. Sistem Pendidikan Tinggi



Gambar 3. Optimalisasi Peran Pendidikan Tinggi



Gambar 4.  Optimalisasi Peran Pendidikan Tinggi



Gambar 5. Perguruan Tinggi yang Berdaya Saing



Gambar 6. Perguruan Tinggi sebagai Penghasil Tenaga Kerja



Gambar 7. Pengertian Pendidikan Tinggi



Gambar 8. Tri dharma Perguruan Tinggi dalam UU



Gambar 9. Definisi Tri dharma Perguruan Tinggi



Gambar 10. Status dan Peran Dosen



Gambar 11. Status dan Peran Mahasiswa



Gambar 12. Kurikulum Pendidikan Tinggi



Gambar 13. Prinsip Pembelajaran dalam SNPT



Gambar 14. Wewenang dan Tanggungjawab Dosen dalam Mengajar



Gambar 15. Wewenang dan Tanggungjawab Dosen dalam Membimbing







Sumber Bacaan:

Wibawa, S. (2017, Maret 29). Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat). Dipetik Desember 2017, 06, dari Ristek Dikti: http://itjen.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2017/02/TRIDHARMA-PT-ITJEN-1.pdf

Minggu, 26 November 2017

PENGGOLONGAN JENIS PENELITIAN



PENGGOLONGAN JENIS PENELITIAN
DALAM METODE PENELITIAN SOSIAL


Penggolongan jenis penelitian sangat beragam, hal ini berdasarkan sudut pandang masing-masing.  Salah satu penggolongan yang banyak digunakan adalah membedakan jenis penelitian ke dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Kemudian dari masing-masing jenis penelitian memiliki ciri-ciri yang berbeda.  Karena ciri-ciri kedua jenis penelitian ini berbeda, maka format proposal penelitiannya juga cenderung tidak sama.  

Secara garis besar, berikut disajikan format proposal kedua jenis penelitian tersebut.  Namun yang perlu diingat bahwa contoh format ini tidak baku,  setidak-tidaknya dapat dipakai sebagai acuan untuk penelitian yang lazim dilakukan di bidang ilmu sosial.


Tabel.  Format Proposal Penelitian Sosial
BAB
PENELITIAN  KUANTITATIF
(Mainstream, Positivistik)
PENELITIAN  KUALITATIF
(Non-mainstream, Non positivistik)

I







II




III







IV










--

PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang Penelitian
1.2.  Rumusan Masalah
1.3.  Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1.    Tujuan Penelitian
1.3.2.    Manfaat Penelitian
1.4.     Orisinalitas Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA
2.1.  Landasan Teori
2.2.  Kajian Empirik (Penelitian
       Terdahulu)

KERANGKA KONSEPTUAL
PENELITIAN
3.1.  Kerangka Pemikiran
3.2.  Hipotesis
3.3.  Definisi dan Pengukuran
Variabel
3.4.  Validitas dan Reliabilitas

METODE PENELITIAN
4,1, Pendekatan Penelitian
4.2.  Penentuan Lokasi Penelitian
4.3.  Teknik Pengambilan Sampel (Responden)
4.4.  Tehnik Pengumpulan Data
4.5.  Teknik Analisis Data




DAFTAR PUSTAKA


PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang Penelitian
1.2.  Rumusan Masalah
1.3.  Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1.    Tujuan Penelitian
1.3.2.    Manfaat Penelitian
1.4.    Orisinalitas Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA
2.1.  Kajian Teori (analisis kritik teori)
2.2.  Kajian Empirik (Penelitian
       Terdahulu)

KERANGKA KONSEPTUAL
PENELITIAN
3.1.  Alur Pemikiran

3.2.  Penjelasan dan Indikator
       Konsep Penelitian
3.3.  Keabsahan Data

METODE PENELITIAN
4.1.  Pendekatan Penelitian
4.2.  Fokus Penelitian
4.3.  Penentuan Lokasi dan Situs
       Penelitian
4.4.  Teknik Penentuan
       Informan
4.5.  Teknik Pengumpulan
       Data
4.6.  Teknik Analisis Data

DAFTAR PUSTAKA






Sumber Bacaan:
Materi ini didapatkan dalam perkuliahan Metode Penelitian Sosial, dengan Dosen Pengampu Bapak Prof. Dr. Ir. Sanggar Kanto, MS., terimakasih kepada beliau yang telah banyak membimbing Penulis selama belajar di Universitas Brawijaya Malang.

PENJELASAN SINGKAT ISI PROPOSAL PENELITIAN


PENJELASAN  SINGKAT ISI PROPOSAL PENELITIAN
DALAM METODE PENELITIAN SOSIAL



1.            PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang Masalah
Pada latar belakang yang berisikan suatu alasan atau rasionalitas mengapa suatu fenomena yang akan diteliti tersebut penting untuk diteliti.  Dimulai dengan deskripsi secara umum (makro) kemudian diarahkan untuk memaparkan adanya suatu permasalahan tentang fenomena yang akan diteliti.  Permasalahan ini ditunjukkan dengan adanya kesenjangan antara harapan (das Sollen) dengan kenyataan (das Sein) atau perlunya pemahaman tentang fenomena tersebut.  Dari permasalahan yang ada akan dicoba untuk dipahami atau dicarikan alternatif solusinya.

1.2.       Perumusan Masalah
Dirumuskan secara detail tentang masalah yang akan diteliti. Perumusan masalah ini merupakan Pertanyaan Penelitian (Research questions), oleh karena itu umumnya dinyatakan dalam kalimat tanya.

1.3.       Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1.   Tujuan Penelitian
Harus konsisten dengan rumusan masalah dan dimaksudkan untuk menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan.  Tujuan penelitian ini lazimnya dipaparkan dalam bentuk kalimat deklaratif.

1.3.2.   Manfaat Penelitian
Pada prinsipnya manfaat penelitian meliputi dua hal :
1)     Manfaat akademis : untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan informasi bagi penelitian lebih lanjut.
2)     Manfaat praktis untuk kebijakan.  Biasanya berupa masukan (input) bagi pembuat kebijakan atau kepada masyarakat.  Masukan harus konkrit dan usernya harus jelas dan spesifik.

1.4.       Orisinalitas Penelitian 
Pada point ini penulis atau peneliti menentukan, posisi rencana penelitian kita dibandingkan penelitian sejenis yang sdh ada, missal : perbedaan teori, metode penelitian, dll.



2.            TINJAUAN PUSTAKA

2.1.       Landasan Teori atau Kajian Teori
Untuk  kuantitatif, dipaparkan teori-teori yang dipakai sebagai landasan atau acuan penelitian.  Sedangkan pada penelitian kualitatif, dilakukan kajian kritis terhadap teori-teori yang dianggap terkait dengan penelitian.  Dalam hal ini, teori cenderung sebagai orientasi penelitian.

2.2.       Kajian Empirik (Penelitian Terdahulu)
Dipaparkan hasil-hasil penelitian sejenis yang sudah pernah dilakukan.  Penelitian terdahulu ini tidak harus persis dengan topik penelitian yang diteliti, setidaknya mirip atau ada kesamaan tentang variabel-variabel atau konsep-konsep yang akan diteliti.

2.3.       Kerangka Konseptual Penelitian
2.3.1.   Kerangka Pemikiran atau Alur Pemikiran
Merupakan review dari tinjauan pustaka dan kajian empirik untuk menggambarkan hubungan antar berbagai variabel (untuk peneltian kuantitatif)  atau konsep (untuk penelitian kualitatif) yang akan diteliti.  Dipaparkan dalam bentuk deskriptif dan gambar atau bagan. Kerangka atau alur pikir.............mampu menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian.

2.3.2.     Hipotesis
Dirumuskan berdasarkan kerangka pemikiran.  Hipotesis ini merupakan kesimpulan  sementara (tentative conclusion) yang akan diuji berdasar-kan data empirik dari lapang.  Untuk penelitian kualitatif tidak diperlukan hipotesis.

2.3.3.   Definisi dan Pengukuran Variabel (penelitian kuantitatif), Penjelasan dan  Indikator Konsep (penelitian kualitatif). 
Variabel-variabel yang akan diteliti perlu didefinisikan dan dilakukan pengukuran secara jelas.  Konsep-konsep perlu dijelaskan disertai indikatornya.

2.3.4.   Validitas dan Reliabilitas (lihat buku : Metode Penelitian Survai oleh Masri   Singarimbun dan Sofyan Effendi dan bukunya Sugiyono).
Validitas dan reliabilitas ini digunakan untuk mengukur instrumen yang digunakan dalam penelitian kuantitatif , yaitu kuesioner.  Untuk itu perlu dilakukan terlebih dahulu uji coba (try out) kuesioner di lapang dengan menggunakan sampel kecil.
Untuk penelitian kualitatif, dideskripsikan persyaratan keabsahan data, yang mencakup : kredibilitas, konfirmabilitas, dependabilitas dan transferabilitas (lihat buku : Metode Penelitian Kualitatif oleh Moleong, dan bukunya Sugiyono).


3.            METODE PENELITIAN

3.1.        Pendekatan Penelitian
Pendekatan atau jenis penelitian meliputi penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif/deskriptif. Bisa dikembangkan berdasarkan tujuan penelitiannya, misalnya kuantitatif eksplanatif, kualitatif eksploratif atau kualitatif deskriptif. Disarankan untuk memilih salah satu dari jenis penelitian tersebut.  Bagi peneliti yang sudah berpengalaman dan untuk tujuan tertentu, seringkali dilakukan kombinasi atau gabungan antara kedua jenis penelitian  tersebut (mixing method).  Dalam pendekatan kuantitatif umumnya menggunakan metode survey, sedangkan untuk pendekatan kualitatif banyak menggunakan metode studi kasus, fenomenologi, etnometodologi, etnografi, dll.

3.2.        Fokus Penelitian 
Fokus penelitian lazimnya dipakai pada penelitian kualitatif. Sedangkan penjabarannya mulai dari rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dengan fokus penelitian akan memudahkan peneliti untuk merencanakan data atau informasi apa yang akan dikumpulkan. 

3.3.        Penentuan Lokasi Penelitian
Peneliti harus memahami kondisi lokasi yang akan diteliti,  apakah sesuai untuk dijadikan lokasi penelitian.  Pemilihan lokasi penelitian ini perlu disertai dengan alasan mengapa dipilih lokasi tersebut bukan di tempat atau lokasi yang lain.  Dalam penelitian kualitatif akan lebih lengkap bilamana ditambahkan situs penelitian yang merupakan sasaran atau obyek yang akan diteliti.

3.4.        Teknik Pengambilan Sampel (Sampling method)
Pada penelitian kuantitatif, metode pengambilan sampel sangat penting dan harus dipilih metode yang paling tepat.  Hal ini disebabkan karena kesimpulan yang didasarkan atas data dari sampel harus mewakili (representative) terhadap populasi.   Untuk melakukan sampling, pertama-tama yang harus dilakukan adalah menyusun kerangka sampling (sampling frame).  Oleh karena itu, metode sampling dalam penelitian kuantitatif tergolong dalam probability sampling. Sedangkan dalam penelitian kualitatif, umumnya menggunakan non-probability sampling.  Kesimpulan bukan dimaksudkan untuk mewakili populasi akan tetapi lebih kepada representasi terhadap fenomena yang diteliti.

3.5.        Teknik Pengumpulan Data
Dikenal banyak macam metode pengumpulan data, antara lain :
1)        Wawancara (interview): digunakan untuk memperoleh data primer dari sampel atau responden / informan.  Instrumen wawancara yang dipakai dalam penelitian kuantitatif berupa Daftar Pertanyaan (Questionnairre = Kuesioner).  Kuesioner bisa bersifat terstruktur atau semi terstruktur.  Dalam penelitian kualitatif, dilakukan wawancara mendalam (indepth interview) yang sifatnya bebas atau tidak terstruktur.  Oleh karena itu, umumnya instrumennya berupa panduan wawancara atau catatan harian ( field notes ).
2)        Observasi atau pengamatan.  Peneliti melakukan pengamatan tentang fenomena alam atau fenomena sosial yang ada kaitannya dengan fokus penelitian.  Pengamatan ini penting untuk melengkapi dan cross-check terhadap data yang diperoleh dari wawancara. Observasi bisa dilengkapi dengan pengambilan foto-foto yang relevan.
3)        Dokumentasi : digunakan untuk memperoleh data sekunder misalnya yang bersumber dari dokumen-dokumen dari berbagai instansi terkait yang ada hubungannya dengan penelitian.

3.6.        Teknik Analisis Data
Pada prinsipnya dapat dibedakan dua macam analisis, yaitu :
1)        Analisis Inferensial : berupa analisis statistik (baik statistik parametrik maupun non-parametrik) untuk mengambil kesimpulan kaitan antara variabel-variabel yang diteliti.  Kaitan antar variabel bisa bersifat : fungsional (pengaruh variabel terhadap variabel lainnya), hubungan (korelasi) atau perbedaan. 
2)        Analisis Deskriptif : berupa uraian atau narasi tentang fenomena yang diteliti. Seringkali untuk memudahkan penarikan kesimpulan, menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk tabel-tabel (cross table = tabel silang).

Analisis inferensial umumnya dilakukan untuk penelitian kuantitatif, karena bermaksud untuk menganalisis hubungan antara variabel.  Analisis deskriptif cocok dilakukan untuk penelitian deskriptif atau kualitatif karena ingin menggambarkan/memahami fenomena yang diteliti secara mendalam.  Analisisnya, misalnya dapat menggunakan Model Interaktif sebagai berikut :
Gambar 1.   Analisis Data Model Interaktif Miles dan Huberman (Sugiyono, 2012)





Sumber Bacaan:
Materi ini didapatkan dalam perkuliahan Metode Penelitian Sosial, dengan Dosen Pengampu Bapak Prof. Dr. Ir. Sanggar Kanto, MS., terimakasih kepada beliau yang telah banyak membimbing Penulis selama belajar di Universitas Brawijaya, Malang.










PENJELASAN SINGKAT TENTANG PROPOSISI

PENJELASAN SINGKAT TENTANG PROPOSISI